expect the un-expected.
July 2009
23 posts
beberapa orang tidak bisa membedakan mana area pribadi, dan mana area publik. sejauh mana bisa mencomot privasi, dan menyebarkannya pada khalayak ramai. entah apapun maksudnya, hanya karena turut bahagia, atau untuk celaan semata.
beberapa lainnya lebih suka mengobral kekurangan orang lain dan menertawakannya. tragedi untuk seseorang, adalah komedi untuk lainnya.
manusia oh manusia.
love is an impulsive verb.
so, how was it?
it was good, and he is nice. errrrr…nice is not the right word.
Kekasihku
Di jalan ada jumpa ada sua kembali.
Tetapi kita berjalan sendiri sendiri.
Kupikul ragaku menempuh
Kemegahan suluk,
Dan kamulah
Tembang laras suluk itu.
Kau mengira aku pergi,
Padahal aku mengembara
Di dalam dirimu
received. 27 july 2009. when you’re around.
waktu berjalan cepat ketika semua hal begitu menyenangkan.
dan saya belajar banyak hal.
saya belajar bahwa terkadang, dalam sebuah perjalanan, saya dipertemukan dengan orang yang tidak baik dan kami berpisah. suatu hari kami akan bertemu, mungkin bersapa. bahkan mungkin kami akan berbincang, sambil ditemani segelas teh, dan mengenang masa lalu yang menyebalkan sambil tertawa - tawa.
terkadang saya dipertemukan dengan orang baik dan kami tetap akan berpisah bahkan diantaranya tidak dengan baik. suatu hari kami akan berpapasan di jalan, diantaranya membuang muka, pura - pura tak melihat. diantara lainnya kami akan berjabat tangan sambil meminta maaf. lalu mungkin akan berakhir dengan duduk - duduk menikmati senja.
segala hal yang terjadi kini adalah kenangan pada nanti. ingatan yang kembali dihadirkan suatu hari, entah dengan perasaan hangat, atau bahkan lupa. dan bukahkan menyenangkan ketika pada akhirnya, kita berdamai dengannya?
suatu hari akupun akan menua juga. lalu apanya yang berbeda?
yang berbeda adalah karena aku akan menua bersamamu. karena kita menua bersama.
percakapan dini hari. salah satu alasan aku di sampingmu.
kamu tau, karena kita tidak pernah bisa menemukan orang yang benar - benar sempurna. tidak ada orang yang sungguh baik, tampan, kaya, dan sebagainya. dan sebagainya. selalu ada hal yang menyebalkan. tetapi, apakah itu alasan untuk berhenti jatuh cinta?
aku semakin yakin apa yang dikatakannya benar, aku ini autis. individualis. terlalu asyik dengan dunia sendiri dan tak pernah bisa merasakan kenyamanan di tengah lingkungan yang riuh.
jam 3 pagi dan aku masih terjaga, mencoba merampas hidupku yang telah di-claim oleh komunitas. benarkah merdeka itu adalah kesalahan kosakata?
adhi on light afternoon convos
pagi ini aku terbangun dengan perasaan khawatir yang berlebihan. untuk terus mendengar apapun tentangmu. memastikan kamu baik - baik selalu. berlebihan, ketika biasanya semua hanya berjalan “sekedarnya”. karena dari awal kita memang tak suka jika ini menjadi semacam hal yang mencekik kita. tak ingin menjadikan hal - hal kecil dan manis menjadi sebuah kewajiban, dan kebiasaan yang membosankan. denganmu aku tau, cinta adalah sesuatu yang membebaskan..
setiap orang mempunyai caranya masing - masing untuk menyelesaikan sakit hatinya.
sebagian memilih untuk berlari, menyingkir dari hal yang telah menyakitinya. entah oleh sebuah perjalanan, atau bahkan berpindah ke kota lainnya, atau apapaun yang bisa membuatnya menjauh. termasuk dengan melarika perasaan ke seseorang / sesuatu yang baru. mereka meyakini, semakin jauh dari masalah, semakin cepat sakit hati selesai. entah benar - benar selesai, atau membiarkan begitu saja lalu melupa. dan mereka akan terus menjauh, menjauh dan menjauh. suatu waktu, kembali ke masa lalu seperti sebuah mimpi buruk.
beberapa lainnya berpura - pura untuk tidak sakit hati. mereka tetap berada disitu, menjalankan kehidupan seperti sebelumnya, tersenyum seperti sediakala. bahkan diantaranya tersenyum dengan berlebihan sambil mengatakan bahwa dia baik - baik saja. terus saja mengucapkan mantra yang sama, berharap sakit selesai dengan cara mengabaikannya. hingga pada suatu waktu, mereka akan kelelahan. pada sakit hati yang ternyata belum usai, dan pada kepura-puraan akan sakit yang disangkal tapi selalu ada.
dan sebagian, memilih untuk menghadapinya. jujur mengakui bahwa sakit itu disana, menggerogoti setiap pikirannya dan membuat rapuh dirinya. dia biarkan dirinya tersungkur, terperosok pada titik yang paling. keyakinan bahwa hanya mati yang bisa membuatnya selesai, justru dijadikan daya untuk bertahan. sejauh mana kesakitan bisa membuatnya menjadi lebih buruk. sampai suatu saat, dia menemukan bahwa ternyata sakit telah usai, dikotakkan pada satu kotak bernama masa lalu. tidak dihindari, tak juga diabaikan. sehingga kesakitan bukan lagi momok dan mimpi buruk. melainkan sepenggal cerita, pada suatu masa yang entah pernah berada disana. menjadi sebuah cerita untuk dikisahkan. tentang sebuah kebangkitan.
senang rasanya mengetahui aku adalah hal pertama yang kamu ingat ketika membuka mata hari ini. terimakasih.
sejuta tanya tentang dirimu.
biarlah dijawab oleh waktu.
more than 12 hours sleep, and i’m not even getting better. hiks.
why do people around me always say the same thing when i’m sick? something like, “oh…kamu keluyuran terus sih!” , “kamu kebanyakan maen..”, “kurang istirahat..” blablabla.
and i deserve for getting sick like it’s such a punishment for all those joy i had. :(
ternyata saya masih bisa menulis. beberapa saat sempat mragukan kapabilitas diri sendiri. hiks.
put off your expectation on me..
..i could be everything, i could be nothing.