Text
memang tidak seharusnya menafikkan ingatan, karena pada suatu hari, ketika semua tertinggal jauh di belakang, dengan sendirinya otak (dan hati) mengeliminasi apa yang berarti. dan apa yang tidak. menggerus apa yang penting, dan mudah dilupakan. bahkan ketika membaca catatan usang pun, tak ada lagi getar yang dihadirkan.
tapi tidakkah kita seperti menghadirkan kembali masa lalu, ketika kita berbincang disitu?