“jika ada waktu, duduklah sejenak dan mari berhitung. mari menghitung, berapa banyak orang yang telah kita sakiti, dan menyakiti kita? berapa banyak yang telah kita tinggalkan dan meninggalkan kita. meskipun bagaimanapun juga, kita tak bisa mematematikakan hitungan - hitungan itu untuk sesuatu bernama hidup. karena disini kita mengenal kata adil dan tidak adil. tak selalu karma berlaku.
ada kalanya kita (atau aku) menyakiti seseorang karena memang ingin menyakitinya, tanpa berfikir bahwa disitu ada balasan atau alasan. dan mungkin disakitipun tanpa ada alasan yang jelas. hanya karena “ingin” atau lebih halusnya, karena tidak ada pilihan. tanpa harus berbuat kesalahanpun, siapapun memungkinkan untuk disakiti. seorang lelaki meninggalkan kekasihnya yang sunggug setia dan hampir sempurna hanya karena tak lagi cinta, apa itu sebuah kejahatan yang pantas untuk mendapatkan karma?
toh pada akhirnya seperti sebuah perjalanan, kita akan sampai dimana jejak - jejak tak ubahnya lukisan permanen yang tak bisa lagi direvisi.”
~catatan pendek sependek pikiran